Jakarta In my First Side

March 25th, 2009 by goddess-menujunya

MH Thamrin, Sarinah adalah tempat pertama yang kusinggahi before aku jadi salah satu makhluk yang bikin Jakarta jadi tambah macet :((

Masih teringat dan terngiang jelas ketika someone bilang waktu mo tes digedung itu ” santai aja disitu tu orangna katrok smua” hmm,,,becanda dech,,,tapi jadi bikin PeDe, setidaknya sesama orang katrok bertemu akan nyambung ^_^

Well, ngekos di deket Tanah Abang 1jt bok kaya aku ni orang kaya ya?? (full AC yang ndak pernah ta hidupin wong aku orangnya ga tahan dingin ^_^) alhamdulilah bisa mbayar dibulan pertama setidaknya ndak diusir :((

Perjalanan mencari kos dibulan kedua (setelah dihitung cashflow ndak sanggup memback up) Dari mulai setiabudi, kebon sirih, kebon kacang, sabang, jaksa wes ta ubek2 mpe kakine sak guedhem2 hanya 1 kos2an yang kutemui yang only for women dgn kondisi pas-pasan dan lingkungan yang mayan semrawut. That is the real Jakarta, sabang deketna Menteng fuih,,,,

But the time come up, A friend told me to show the nice boarding house. And that is my new Boarding House, Near Cempaka Putih Halte. A place with peace in d serrounding of crowded things.

Cooking was a nice moment I am waiting for.

After that I do realize that the distance between my boarding house to my office seems to be a half of hour to take. Its means I need to wake up earlier than before. The first day 507 pick me up in the halte and did u know how is it?? Only a little space to put on my body in that bus. wuizzz. a Half Hour I need to breath hard, or maybe just a few oksigen I consume. And what the thing thought is thinking of them who start their day from 5 in a bus untill 8 to reach their office everyday its mean 6 hour in d way, fuihh,,,, Their time was place with that. That is d real Jakarta.

After all of this there are a lot of thing rotate in my mind when I see a much people does’nt have home no food no drink no place to store his waste. A much child sleep in with the sky as a friend. Honey, you have no choice when you are born to this world, no body will choose your destiny if they can. What shuold I do honey ??, is it enough giving you one thousand everyday?? is it enough just take a pray and crying for you?? So what the exact thing should I do??

Bahkan akupun tak tega jika harus memberimu seribu rupiah,,,,,,,ade’ kecil you’re a really survival

 

to be continoued

(cempaka putih, nyepi, 26 March 2009)

Bangun Lebih Pagi untuk Menuntut Ilmu

January 5th, 2009 by goddess-menujunya

Bangun pagi, masuk pagi, Bukankah itu suatu anugrah karena kita (anak-anak) dipaksa untuk terbiasa tidak tidur lagi setelah bangun subuh. Dan merupakan pelajaran yang berharga untuk membangun spirit moralitas anak didik yang bakal jadi penerus bangsa. Mengenyahkan sifat malas karena sesungguhnya pada pagi hari itu tersimpan banyak kedamaian. Hanya saja belum terbiasa maka jangan katakan itu berat ketika kita belum mencoba seperti kata motivator kita : “awalnya kita yang membentuk kebiasaan tapi pada akhirnya kebiasaanlah yang membentuk kita” InsyaAlloh aku tidak akan berkata apa yang tidak aku lakukan. Bangun pagi sebelum subuh di tempat asalku dinginnya minta ampun tapi ibuku setia memasakkan air anget buat mandiku,,,,meski harus bangun lebih awal jua. And then berangkat lebih awal karena jarak sekolahku bisa makan 1 jam perjalanan. Dan lagi SMUku sudah menerapkan masuk jam 06.30 untuk mengatasi kepadatan saat pulang sekolah dimana komplek sekolahku memang kompleksnya anak sekolah (liat saja di jl. Monginsidi-Solo klo siang jam 01.30) berjejalan mpet-mpetan. Tapi sesungguhnya aku bisa melihat bagaimana pagi itu sangat mendamaikan dan sangat bersahabat seolah menyertaiku dan memberiku salam hangat disetiap langkahku menapakkan kaki dengan niat ingsun “menuntut ilmu” karena ada yang menjanjikan bahwa akan dinaikkan beberapa derajat orang-orang yang “berilmu” . Entah derajat apa yang jelas kuyakini adalah “kenaikannya” yang berarti lagi aku tidak berada di “Status Quo” yang sangat kubenci. Air saja mengalir dan mungkin akan ngambeg klo berhenti kenapa kita tidak menerapkannya pada diri kita. Apalagi aliran darah kita jadinya bisa disebut “STRoke” klo berhenti ya to??? Buat ade-adeku yang harus bangun lebih pagi untuk menuntut ilmu “BRAVO!!!” jangan patah semangat hanya karena harus bangun lebih awal….

The New Chapter

December 31st, 2008 by goddess-menujunya

This is the new year of 2009 when in this year I will face my quarter century of my life.

after, may be, may I said a long trip, bcoz i have a lot of thing pass away. Although may Alloh give me more chance to life.

Alloh,

in this year I want to make a wish

I do believe Alloh always listen, listen to my prays and listen a lot of thing that I said to You.

Alloh, my Glory God

May I pray ;

Alloh, forgive me for any wrong that I have done in the past years, forgive my lovely parent too, give them the age of barokah. Always protect them and give me a strength to keep my trust to You.

Alloh, I love You

Thank You so much for love which You give to me. Love with unlimited bandwith which I can Use in every single time I had.

Alloh, there would be no enough space to said Your truly love

Terima Kasih Allohku atas segala nikmat yang telah Engkau berikan.

We never know how to be a patient one before we did and prove it by ourself

December 16th, 2008 by goddess-menujunya

“Dan janganlah kamu katakan apa yang tidak kamu lakukan”

“dan tidak ada orang beriman itu tanpa diuji”

“kamu akan diuji dengan sedikit kelaparan, ketakutan dan kekurangan harta”

namun

“kamu tidak akan diuji atas batas kemampuanmu”

“anak-anak, istri dan hartamu hanyalah cobaan belaka”

“dan tidak ada didunia ini melainkan hanya senda gurau belaka”

“maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustai??

“sekali-kali jangan begitu, jangan begitu”

LA TAHZAN

Yang Beasiswa Yang Beasiswa

November 19th, 2008 by goddess-menujunya

RioTinto Scholarship Fund
Graduate Program

Info Beasiswa Scholarships

PT. Rio Tinto Indonesia in collaboration with Sampoerna Foundation
provides one (1) qualified individual with the opportunity to pursue a
Master’s degree in Science, Social Science or Commerce at the Universityof New South Wales (UNSW), Australia .

Upon completing the program, scholar
is under a (n+1) binding program with PT. Rio Tinto Indonesia , where n = the number of
years receiving the scholarship grant. The scholar must apply their knowledge
and contribute significantly to PT. Rio Tinto Indonesia for (n+1) year.

Application
deadline is January 30, 2009

Basic Eligibility

Applicant must satisfy ALL of the
following conditions:
* Indonesian citizen who is under 35 years of age when lodging the application.
* Hold a local Bachelor’s degree from any discipline with a minimum Grade Point Average of 3.00 (on a 4.00 scale).
* Have a minimum of two-year full-time professional work experience after the completion of the undergraduate degree.
* Submit the required English language requirement (TOEFL/ IELTS) and the Graduate Admission Test as required by each program, after the applicant is selected as the scholarship finalists:
- International TOEFL with a minimum
score of 577 (PBT) or 233 (CBT) or 90 (IBT), OR
- International English Language
Testing System (IELTS) of minimum 6.5
* Adhere with the scholarship rules and regulations, particularly in the (n+1) binding program with PT. Rio Tinto Indonesia .
* Currently did not enroll in graduate or post-graduate program, or obtained a Master’s degree or equivalent.
* Did not enroll or graduate from an overseas tertiary institution, unless was on a full scholarship.
* Do not receive other equivalent award or scholarship offering similar or other benefits at the time of the award.
* Demonstrate that without the scholarship, applicant is not able to afford an Overseas Graduate Program.

Scholarship Value

The scholarship’s worth is
approximately AUD 68,000.- depending on the program’s fee, for the
duration of study. This covers the following:
* Graduate Admission Test and TOEFL/ IELTS reimbursement, one time only, based on original invoice, for the test taken no more than 6 months prior to the scholarship application;
* University application fee;
* Student visa application fee;
* Return airfares from Jakarta to Sydney
* Tuition fees, for the duration of study;
* Living allowance, to support living costs during period of study;
* Literature allowance, to purchase textbooks required for study.

How to Apply?

Download the application package
(application, reference and health information forms) at http://www.sampoernafoundation.org/content/section/17/139/lang,en/,
or obtained it from:
Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square
NorthTower, 26th – 27th Floor
Jl.. Jend. Sudirman Kavling 45
Jakarta12930

When submitting the application
package, please write “Rio Tinto-S2” at the top right hand corner
of the envelope. Sampoerna Foundation will consider the completed applications
and will notify the short-listed applicants to attend the continuing stages of
the selection process.

Interested applicants who meet the
requirements must complete and return the application package by the deadline (January 30, 2009) to Sampoerna Foundation
office. E-mail applications will not be considered.

Further Information

Prospective applicants are advised
to directly contact the University of New South Wales (UNSW) directly or
Australian Education Center (AEC) to find out about the admission process and
requirements for an enrolment.

Applicants’ inquiries about
the scholarship (requirements, conditions, coverage, etc.) should be directed
to Sampoerna Foundation (62 21 5772340/ ella.cecilia@sampoernafoundation.org).

Info Beasiswa Scholarships

Looks like this

November 7th, 2008 by goddess-menujunya

Lutfiana Ulfa

November 7th, 2008 by goddess-menujunya

Sebelumnya maaf ya mba Lutfiana, namanya saya comot tanpa permisi*

melihat sosok mba lutfiana di infotainment atau di berita televisi akhir-akhir ini memang mengisyaratkan bahwa mba Lutfiana itu anak yang cerdas dengan pandangan mata yang tajam, dan mungkin kalo tidak dibumbui oleh kepolosannya, kata-kata yang keluar dari mulut mungilnya akan sangat dahsyat menyentuh qolbu setiap orang yang mendengarnya. ini sudut pandang saya (mungkin terlalu berlebihan tapi itulah kata hati saya)

membayangkan saat masa kecil dulu sayapun hampir pernah mengalami hal yang sama, ketika temen guru smp saya sering datang kerumah dan bercengkerama dengan bapak ibu, saat itu tidak terbersit sama sekali tentang yang namanya pernikahan wong pacaran saja belum tahu, saat itu saya memang masih imut-imutnya (qiiqqiiiqii).

Tapi ibu kemudian menceritakan hal yang sesungguhnya bahwa temen guru smp saya itu punya maksud “tertentu” terhadap saya, dan ibu dengan terang menolak dengan tegas “anak wedhok saya satu-satunya ndak akan saya serahkan begitu saja (apalagi saat itu saya masih imut-imutnya.pengulangan.red)

Weleh, bagaimana nasib saya ketika saat itu saya bener-bener “dikasih” ketika “diminta”, mungkin saya sudah menjadi nenek sekarang atau lbih tepatnya ibu rumah tangga yang mak nyus,,,,tapi nasib berkehendak laen, saya dibiarkan melanglangbuana dulu dan mencari tau apa itu arti “pernikahan” sebelum waktunya tiba.

Maap = to be continued Ada yang memerlukan tenaga saya

C ya

Poligami,,,,,^_^

November 5th, 2008 by goddess-menujunya

Sebuah kata yang selalu begitu menimbulkan banyak kontranya dari pada pro-nya

Teringat ketika salah seorang temen cowokku selalu bertanya :

“kamu klo dipolgami mau ndak dyah??”

dan aku selalu menjawab :

“tergantung situasi saat aku dimintainya”

dia menegaskan lagi :

” Jadi kamu mau ndak dipoligami??”

hmmm,,, kukatakan lagi :

“nanti ta jawab klo aku menghadapinya (kuharap aku tidak menghadapinya = tapi kita tak pernah tau rencana Tuhan)”

Poligami,,,

ada aa’ Gym yang jadi heboh dan ada Lutfiana ulfa yang heboh juga (dari sisi poligaminya)

Poligami

Sebagai seorang wanita,, meski aku belum tahu rasanya gimana, sudah serasa dan sehati dengan suami dan tiba-tiba suami kita di minta orang lain yang notabene masuk kedalam singgasa kerajaan kita yang sudah kita bina bertahun-tahun dan kita rencanakan dengan terperinci tanpa seorangpun selain suami yang bisa mengutak-atiknya. Tapi tiba-tiba keadaan berubah, seolah kita harus memberikan boneka kesayangan kita untuk dipinjam teman (saat kita masih kecil) padahal kita sedang asyik-asyiknya main boneka dan bila kita tidak meminjaminya ibu akan memberi nasehat, “pinjamkanlah boneka itu nak” sebagai salah satu pelajaran agar kita menjadi orang yang dermawan.

Para raja jaman dulupun melakukan yang sama, berpoligami, entah karena alasan apa saya tidak tahu, mungkin (dari sisi negatif) karena libidonya tinggi atau karena dia punya kuasa maka dia manfaatkan kekuasaannya termasuk untuk urusan yang satu itu. Mungkin juga (dari sisi positif) karena beliau merasa bahwa beliau adalah orang yang (bisa dibilang) sukses, maka bliau ingin mendirikan dinasti dari darah dagingnya sendiri yang nantinya akan memperkuat kekuasaannya dan tentunya menyebarkan semangat dan ideologinya.

Whatever it is, poligami merupakan hal yang pelik, dan merupakan suatu ladang yang sangat luas untuk kita tanami dan tentu buahnya pun akan lebih lebat. Tinggal bisakah kita menyiraminya atau tidak.

Dari salah satu sisi sudut pandang, kita sebagai wanita tidak harus selalu menyalahkan pihak suami ” mengapa engkau tega membagi cintamu, kenapa engkau terlalu serakah mencari dan mencari lagi” ataupun sumpah serapah yang berderet-deret tak tanggung-tanggung. Cukuplah jika kita tidak sanggup maka bercerai adalah lebih baik bagimu tapi cerai adalah sesuatu yang paling dibenci Allah. Dan jika engkau sanggup maka itu lebih baik bagimu.

And then how to??

Mungkin dasar  yang paling utama kita perlu kaji kembali adalah kita dan suami adalah makhluk yang berbeda, yang independen dalam hal hubungan manusia dan Penciptanya. Dan seringkali di jawab oleh para ulama bahwa “anak-anak dan istrimu adalah cobaan bagimu”. Rasa sakit dan rasa kehilangan akan kembali menepis ketika kita kembali menjadi makhluk yang independen. Makhluk yang tidak terbelenggu oleh dunia dan apapun yang terjadi olehnya. Karena dunia ini “Hanya sendau-gurau dan main-main belaka”. Maka “menangis kita karena dunia, sakit kita karena dunia hanyalah main-main saja”. Yang namanya main-main, saya harap maknanya tidak terlalu jauh dengan makna saya : “Tidak ada yang luar biasa kecuali kun fayakun Nya

Apakah ini sebuah pencerahan?? bukan,, ini hanyalah sebuah pandangan dari seseorang yang sedang independen,,,(dan tidak ada iman itu tanpa diuji).

Dan lalu ” janganlah mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan”

Keluar dari topix :

saya belum pernah merasakannya so jangan di percaya begitu saja “_”

Continue to Lutfiana Ulfa

Monday”s Letter

November 2nd, 2008 by goddess-menujunya

“Dan tidak akan kamu dapat melintasi langit kecuali dengan ilmu”

=>>>>

Ayo kita buktikan,,,

Today’s Letter from the sky

October 30th, 2008 by goddess-menujunya

“selesaikanlah urusanmu dan bersegeralah menyelesaikan urusan yang lain”

next meaning for bisnis today :

Jangan menunda nunda pekerjaan

(sedang belajar hiks hiks)

senada dengan :

“Setelah mengerjakan sholat bertebaranlah dimuka bumi untuk mencari rahmatKu”

Hmmm,,,,,,,

Have a nice day.